PT Samuel Aset Manajemen membidik dana kelolaan sepanjang 2011 sebesar Rp 2 triliun. Itu akan ditopang oleh existing klien dan potensi beberapa klien baru. Maklum, sudah ada beberapa pihak yang sudah didekati dan melakukan pembicaraan serius.
”Ya, peluangnya masih sangat terbuka. Sayangnya kami belum bisa menyebutkan dari pihak mana saja aliran dana kelolaan itu datangnya,” tukas Agus B Yanuar, Direktur Utama PT Samuel Aset Manajemen, di Jakarta, Selasa (28/12).
Agus menyebutkan, saat ini dana kelolaan perseroan baru tercatat sebesar Rp 1,3 triliun. Dana kelolaan perseroan tersebut mayoritas berasal dari dana pensiun, asuransi dan dari kalangan investor ritel. Karenanya, untuk menggenjot pertumbuhan tersebut, pihaknya sambung Agus, mengincar investor institusi. ”Benar investor investasi ini akan dimaksimalkan di masa mendatang. Sebab, peluang dan potensinya sangat terbuka,” imbuhnya.
Agus melanjutkan target dana kelolaan Rp 2 triliun tersebut dipastikan tidak begitu sulit untuk direalisasikan. Perseroan bakal mencoba menggaet investor baru dengan meluncurkan produk baru. Setidaknya, dua produk baru telah disiapkan untuk diluncurkan pada 2011 mendatang. Dua produk baru tersebut masing-masing reksa dana saham dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Di mana kedua produk tersebut berbasis pada portofolio sektor riil. ”Harapannya, produk baru ini mendongkrak kinerja perseroan karena sudah banyak yang bertanya-tanya,” ulasnya.
Reksa dana saham itu ditarget bisa menggaet dana segar senilai Rp 150 miliar dan dari penerbitan produk RDPT sebesar Rp 500 miliar. Di mana reksa dana saham direncanakan dapat meluncur sesuai jadwal pada Februari 2011 dan RDPT pada pertengahan 2011. ”Doakan semoga tidak ada hambatan berarti,” kata Agus.
Agus memperkirakan produk barunya bakal mendapat respon positif pelaku pasar. Sebab, berdasar kalkulasi yang dilakukan pihaknya, indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal bergerak positif dan menyentuh level baru dikisaran 4.500-6.000 pada 2011. Dengan kuatnya indeks itu sabut Agus, maka diprediksi aliran dana asing dan lokal bakal menyerbu pasar modal masih tetap tinggi.
Karenanya Agus menyarankan pelaku pasar untuk masuk pada reksadana saham dan campuran. Dua pilihan investasi itu sangat tepat untuk jangka waktu di atas 2 tahun. Sementara untuk jangka waktu di bawah 2 tahun sebaiknya ditempatkan pada reksadana fixed income dan reksa dana terproteksi. (*)
No comments:
Post a Comment