Friday, 17 December 2010

Investor Masih Ragu-ragu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sukses mengakhir paceklik dengan mengalami penguatan kemarin. Tetapi, itu bukan garansi indeks pada pekan mendatang akan berjalan mulus. Sebab, penguatan indeks tersebut hanya bersipat teknikal rebound dan penguatannya tidak terlalu signifikan. "Indeks belum stabil. Pengaruh buruk bursa global dan market regional belum sepenuhnya menjauh dari pergerakan indeks," ucap Willy Sanjaya, analis Lautandana Securities, ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (17/12).
Willy menyebutkan penguatan indeks pada akhir pekan ini belum bisa disebut sebagai akhir dari koreksi indeks. Sebab, aksi beli yang dilakukan investor sepanjang perdagangan kemarin semata-mata karena koreksi yang relatif tajam melanda sejumlag saham unggulan. "Spekulatif saja yang dilakukan investor. Sejatinya, mereka juga masih dihantui kekhawatiran dengan kondisi yang terjadi," imbuhnya.
Di samping itu sambung Willy, indeks akan kembali menemui titik keseimbangan pada awal Januari 2011 mendatang. Itu awal yang akan menentukan apakah indeks bisa stabil atau tidak. Tetapi, untuk sementara ini investor belum sepenuhnya percaya diri untuk melakukan aksi beli secara massif. "Sentimen dari dalam negeri belum ada. Investor juga terus meunggu kabar selanjutnya," tukas Wiily.
Semnetara pada perdagangan Jumat (17/12), indeks naik tipis 9,827 poin (0,27 persen) ke level 3.581,565. Sementara Indeks LQ45 naik 1,781 poin (0,28 persen) ke level 637,592. Perdagangan berjalan moderat dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 122.034 kali pada volume 7,829 juta lembar saham senilai Rp 6,178 triliun. Sebanyak 127 saham naik, 88 saham turun dan 81 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional masih bergerak secara variatif. Indeks Komposit Shanghai turun 4,40 poin (0,15 persen) ke level 2.893,74. Indeks Hang Seng naik 46,07 poin (0,20 persen) ke level 22.714,85. Indeks Nikkei 225 melemah tipis 7,46 poin (0,07 persen) ke level 10.303,83. Indeks Straits Times naik 9,71 poin (0,31 persen) ke level 3.157,38.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.200 ke Rp 51.000, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 1.000 ke Rp 261.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 600 ke Rp 17.000, dan Multibreeder (MBAI) naik Rp 550 ke Rp 15.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 950 ke Rp 23.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 38.900, Indospring (INDS) turun Rp 700 ke Rp 9.800, dan London Sumatera (LSIP) turun Rp 500 ke Rp 11.100. (*)

No comments:

Post a Comment