Tuesday, 21 December 2010

Indofood Buyback Obligasi Rp 36 Miliar

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) telah selesai melaksanakan pembelian kembali (buyback) obligasi senilai Rp 36 miliar. Buyback tersebut atas pembelian obligasi Indofood Sukses Makmur IV tahun 2007 yang jatuh tempo pada 15 Mei 2012. Selain itu, buyback tersebut dibanderol dengan tingkat bunga tetap dan jumlah pokok sebesar Rp 2 triliun."Obligasi yang kami buyback itu diberlakukan sebagi pelunasan," tandas Werianty Setawan, direktur & Corporate Secretary Indofood Sukses Makmur, di Jakarta, Senin (20/12). Dengan buyback tersebut, maka jumlah obligasi indofood IV yang masih outstanding di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 17 Desember 2010 tercatat sebesar Rp 1,96 triliun.
Obligasi Indofood tersebut mendapat rating idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia, Tbk (Pefindo). Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perusahaan yang sangat kuat pada industri makanan dalam kemasan. Selain itu, portofolio usaha yang terdiversifikasi dengan baik dan operasi usaha yang terintegrasi secara vertikal. Analis Pefindo Vonny Widjaja menyebutkan prospek (outlook) untuk peringkat ini positif. Itu mencerminkan kemungkinan adanya perbaikan marjin operasi yang kontinu dan leverage keuangan yang relatif baik. Saat ini, bidang usaha INDF dibagi dalam empat usaha strategis yaitu produk konsumen bermerek (divisi mi instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan, serta nutrisi dan makanan khusus (43,39 persen), Bogasari (tepung terigu 28,33 persen), Agribisnis (divisi perkebunan, minyak goreng dan margarin serta komoditi 20,55 persen) serta distribusi (7,73 persen).
Sekedar informasi, kinerja keuangan INDF pada kuartal tiga 2010, perseroan mendapatkan kenaikan laba bersih sebesar 42 persen dibading dengan periode sama pada 2009. Sementara laba bersih meningkat dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 2,3 triliun. Selain itu, Earning Per Share (EPS) perseroan meningkat 43 persen dari Rp 179 manjadi Rp 256 per lembar saham. Akan tetapi, dari sisi penjualan hanya naik 0,4 persen dari Rp 28,2 triliun, sedangkan laba usaha naik 30 persen dari Rp 3,73 triliun menjadi Rp 4,86 triliun. Dalam perdagangan kemarin saham perseroan ditutup stagnan di posisi Rp 4475. Saham berkode INDF dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 39,29 triliun tersebut ditransaksikan pada Volume 11.600 ribu lembar. (*)

No comments:

Post a Comment