Wednesday, 30 March 2011

Kelebihan Beban, Garuda Terkapar


Kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2010 mencatatkan pendapatan senilia Rp 19,53 triliun. Hal tersebut berarti mengalami kenaikan 8,5 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp 17,860 triliun. Namun naiknya pendapatan tersebut tidak dapat menutupi tingginya beban usaha perseroan yang tercatat sebesar Rp 19,60 triliun.
Merujuk laopran keuangan yang dipublikasikan perseroan, Rabu (30/3), tingginya beban usaha perseroan pada 2010 tersebut berdampak pada anjloknya laba bersih. Dimana laba bersih GIAA hanya tercatat sebesar Rp 515,52 miliar atau merosot 49, 39 persen dibanding periode sama tahun lalu dikisaran Rp 1,01 triliun.
Perseroan juga mengalami rugi usaha sepanjang 2010 senilai Rp 67,15 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mengalami keuantungan senilai Rp 918,28 miliar. Semetantara itu jumlah aset perseroan juga merosot 7,7 persen menjadi Rp 13,66 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 14,80 triliun.
Meski begitu, kinerja buruk tersebut tak memengaruhi saham perseroan di lantai bursa. Dalam perdagangan Rabu (30/3), saham perseroan ditransaksikan menguat 50 poin (3.77 persen) ke level Rp 550 per lembar. Saham perseroan dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 12,45 triliun ditransaksikan sebanyak 58.710.000 lembar saham. (*)

No comments:

Post a Comment