PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), berencana menambah saham kepemilikan publik dengan mekanisme rights issue. Perusahaan hasil merger PT Chandra Asri dengan PT Tri Polyta Indonesia Tbk, (POLY) itu dperkirakan menambah porsi saham kepemilikan publik antara 15-25 persen. Peningkatan itu dilakukan guna meningkatkan likuiditas perseroan. ”Skemanya kita masih persiapkan. Entah bentuk finalnya nanti seperti apa belum bisa dijelaskan secara rinci. Yang pasti penambahan itu untuk meningkatkan likuiditas di market,” ujar Suryadi, Direktur Chandra Asri Petrochemical, di Jakarta, Senin (7/3).
Suryadi malanjutkan penambahan saham publik itu siap digeber tahun ini. Manajemen tengah mematangkan rencana penambahan saham ke publik tersebut. Nanti, kalau rencana itu telah jelas maka akan diikuti dengan tahapan berikutnya. ”Ya, tunggu saja. Pasti kita infokan,” imbuhnya.
Di sisi lain, manajemen mengalokasikan belanja modal USD 155 juta untuk 2011-2012. Dengan skema USD 75 juta pada 2011 dan sebesar USD 80 juta pada 2012. Sumber dana itu dari project financing dan internal. Di mana kas perseroan mencapai USD 170 juta. Perseroan juga memiliki obligasi sekitar USD 230 juta dan pinjaman bersih USD 60 juta pada 2010. ”Dana pihak ketiga masih tersedia ruang untuk kita dapatkan,” tukasnya.
Perseroan berencana membangun terminal tangki LPG bekerjasam dengan perusahaan Singapura Vopak. Investasi pembangunan itu menelan dana USD 150 juta. Pembangunan terminal tangki itu ditarget rampung pada 2013. Selain itu juga berencana menambah kapasitas ethylene dari 600 ribu ton menjadi 1 juta ton. Penambahan kapasitas dengan investasi USD 300 juta itu akan tuntas pada 2014. "Peningkatan kapasitas itu untuk mengimbangi membanjirnya permintaan,” ucapnya.
Suryadi melanjutkan, perseroan juga akan menambah kapasitas produksi polyethyelene dari 250 ribu ton menjadi 536 ribu ton. Investasi penambahan kapasitas polyethyelene sekitar USD 60 juta. Selain itu,perseroan akan menambah kapasitas propylene dari 360 ribu ton menjadi 480 ribu ton dengan investasi sekitar USD 30 juta.
Perseroan juga membidik produk baru yaitu butadiene. Produksi itu merupakan difersivikasi produk menjadi karet sintetis,pemrosesan butadiene dari C4. Estimasi investasi sekitar USD 100 juta untuk kapasitas 100 ribu per tahun. Diversivikasi produk itu merupakan produk ekspansi jangka menengah. Dengan segudang rencana itu, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan menjadi USD 2 miliar pada 2011. Pertumbuhan itu didukung permintaan yang diperkirakan naik sekitar 6-7 persen. (*)
No comments:
Post a Comment