Monday, 11 October 2010

UOB Kay Hian Securities Garap Investor Stress

PT UOB Kay Hian Securities optimistis bisa menggaet transaksi senilai Rp 500 miliar per bulan. Potensi itu sangat terbuka mengingat pasar modal dalam negeri sedang berada dalam top perform. Selain itu, secara fundamental pasar modal dalam negeri cukup kuat plus dukungan dana asing yang terus merangkak naik.
”Kami tentu sangat optimistis. Jangan anda lihat jumlah investornya tetapi, coba lihat berapa nilai yang mereka investasikan untuk bertransaksi di sini,” ujar Gema Merdeka Goeryadi, Owner PT UOB Kay Hian Securities Cabang, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (10/10).
Gema menyebutkan setidaknya, untuk mencapai target itu, pihaknya membutuhkan 400 nasabah. Maklum saat ini, jumlah nasabah di kantor cabang baru itu baru menyentuh level 100 nasabah. Dengan limpahan nasabah baru nanti, skenario transaksi harian dikisaran Rp 6-7 miliar tidak akan sulit tercapai. ”Kita lakukan pembinaan kepada nasabah. Kita dari awal membidik nasabah sakit hati, bangkrut dan kecewa atas pasar modal,” tambahnya.
Bidikan itu sambung Gema, disetting dan merupakan warna baru dalam dunia pasar modal. Pihaknya, menjatuhkan pilihan pada nasabah yang prustasi atas kegagalan berinvestasi di pasar saham, dinilai lebih efektif. Meski harus diakui, untuk menyembuhkan dan memulihkan kondisi investor yang kadung jatuh tersebut relatif tidak mudah. Tetapi, berdasar pada fakta, pihaknya sukses mengembalikan performa nasabah hanya dalam durasi empat bulan. ”Kalau pasar sedang bullish, tidak sampai segitu waktu penyembuhannya. Kita tidak menjanjikan angin surge tetapi memberi bukti langsung pada nasabah yang memang berdarah-darah dalam pasar modal,” ungkap Gema berapi-api.
Di samping itu, Gema juga memaparkan, pihaknya punya trik jitu yang akan diberikan kepada para nasabahnya. Trik tersebut berupa taktik dan strategi dalam melakukan transaksi kapan masuk dan keluar lantai bursa. Cara jitu itu bersandar pada ilmu astronomi dengan pedoman utama pada pergerakan bulan. ”Saham-saham itu bergerak dan punya musimnya sendiri-sendiri. Jadi, cara itu yang diberikan kepada nasabah kami,” ucapnya meyakinkan.
Dengan cara itu pula, Gema berkoar bisa mendatangkan untung berlipat meski pasar sedang dalam keadaan tidak menentu. Skemanya, dengan nilai investasi sebesar Rp 100 juta, pihaknya berani mengembalikan keuntungan per bulan sebesar Rp 5 juta. ”Itu baru dalam situasi dan kondisi pasar sedang ambruk di mana orang-orang sedang jatuh dan mengalami kerugian berlipat. Kalau pasar sedang bagus lain lagi ceritanya,” tandas Gema.
Gema menjelaskan saat ini nasabahnya masih didominasi investor ritel sekitar 70 persen dan 30 persen investor institusi. Ke depannya, dia bertekad membalik situasi dimana investor institusi akan melebihi investor ritel. Caranya, dia akan melakukan promosi, roadshow, dan pendidikan pasar modal kepada masyarakat luas. Selain itu, perseroan juga memberlakukan sistem T+6. Artinya kalau investor bertransaksi dengan memakai uang perusahaan, setelah masa enam hari pemakaian harus melakukan top up. ”Bunganya juga sangat minimalis sekitar 0,05 persen per hari,” tukas Gema. (*)

No comments:

Post a Comment