Tuesday, 28 December 2010

KREN Terbitkan Rights Issue dan Bonds Rp 550 Miliar

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) menargetkan rights issue dan obligasi Rp 550 miliar pada semester pertama 2011. Rights issue bernilai Rp 250 miliar akan diluncurkan pada triwulan pertama 2011 dan obligasi sebesar Rp 300 miliar pada triwulan tiga 2011. Selain brokerage, perseroan juga memilki izin menjadi penjamin emisi, baik IPO maupun obiligasi
”Saya optimistis rencana ini berjalan sesuai dengan scenario. Dan, pastinya menilik perkembangan ekonomi akan tumbuh dengan pesat dan menjanjikan keuntungan berlipat,” ujar Michael Steven, President Direktur PT Kresna Graha Sekurindo, di Jakarta, Selasa (28/12).
Michael menyebutkan, dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan dipergunakan untuk ekspansi usaha ke sejumlah daerah. Memperkuat struktur pemodalan dan anggaran belanja pada 2011 mendatang. ”Kami juga berharap bisa meningkatkan nilai penjaminan emisi,” tukas Michaelk.
Dia mengaku, meningkatkan nilai penjaminan emisi dilakukan agar perusahaannya bisa mendapatkan pertumbuhan yang lebih baik lagi pada 2011 mendatang. Di mana klaim Michael, pihak memproyeksikan pertumbuhan sekitar 30 persen dibanding tahun 2010. Terlebih perseroan telah menargetkan mendapatkan minimal lima penjaminan emisi obligasi. ” Kresna memang cukup konsen di penjaminan obligasi,” terang dia.
Sepanjang tahun 2010, ada beberapa perusahaan yang emisinya telah dijamin perseroan diantaranya obligasi milik PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Rp 3 triliun dan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) milik BTN Rp 750 miliar. Serta BCA Finance Rp 1 triliun, FIF Rp 1,5 triliun, dan obligasi PT BW Plantation Tbk (BWPT) Rp 700 miliar.
Pada 2009 lalu, perseroan mendapatkan net profit senilai Rp 12,14 miliar, hingga September 2010 net profit yang diperoleh perusahaan mencapai Rp 29,46 miliar. Diperkirakan hingga pengujung 2010, perseroan bisa mendapatkan net profit lebih dari Rp 30 miliar.
Sementara David Cornelis, analis pasar modal melihat sektor lembaga keuangan masih menjanjikan dan masih menjadi target investasi para investor dengam valuasi yang tetap atraktif. Faktor pendukung seperti situasi politik yang masih kondusif, kenaikan sovereing credit rating, investment grade, dan masih tetapnya suku bunga acuan tahun depan, menjadi pendorong naiknya kinerja lembaga keuangan. ”Outlook sektor pembiayaan pada masa mendatang masih sangat menjanjikan. Dan, kemungkinan besar sejumlah perusahaan akan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi tersebut dengan melakukan serangkaian aksi korporasi,” ulas David. (*)

No comments:

Post a Comment