PT Citra Kebun Raya Agri Tbk (CKRA) menargetkan penjualan sepanjang 2011 sebesar USD 11,250 juta. Pemasukan tersebut akan berasal dari mulai berproduksinya pabrik starch cassava (pati singkong) di Tanjung Ratu, Lampung, Kalimantan Selatan (Kalsel) milik anak usaha PT Horizon Agro Industry pada April 2011. Di mana penyelesaian pembangunan pabrik, dengan kapasitas produksi 45 ribu metrik ton (MT) itu sudah mencapai 90 persen. “Penjualan itu berasal dari total produksi 2011 sebanyak 22.500 ton atau 50 persen dari total kapasitas, dengan harga jual USD 500 per ton,” tandas Socrates Rudy Sirait, Financial Advisor CKRA, di Jakarta, Selasa (14/12).
Menurut Socrates, produksi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya utilitas pabrik. Dimana pada 2012, utilitas pabrik akan mencapai 80 persen atau sebanyak 43.200 ton. Dengan asumsi harga jual sebesar USD 500 itu, maka nilai penjualan akan mencapai USD 21,8 juta. Socrates mengatakan, perseroan telah memiliki kerjasama dengan perusahaan asal Jepang, Itochu. Dimana Itochu akan menjadi pembeli siaga (standby buyer), terhadap produksi pati singkong perseroan. “Permintaan sudah ada, kami hanya tinggal menyediakan supply-nya saja,” paparnya.
Itochu telah menandatangani perjanjian kerjasama untuk melakukan distribusi produk starch cassava perseroan hingga 45 ribu MT. Adanya perjanjian yang disepakati pada awal September 2010 itu akan mengamankan penjualan perseroan dari produk tersebut. Selain memulai produksi, CKRA juga telah siap menggunakan sejumlah lahan baru yang dimiliki untuk menambah produksi starch cassava.
Sementara Angel Kurnia, Direktur CKRA, menambahkan perseroan telah siap menggunakan lahan baru untuk produksi cassava. Dua lahan yang telah siap ditanam adalah Tanjung Ratu dan Way Kanan. Tahun sebut Angel, pendapatan masih belum terlihat, menyusul belum beroperasinya sejumlah pabrik perseroan. Sebelumnya CKRA merupakan perusahaan property yang beralih usaha ke agrobisnis, yaitu pengembangan tanaman singkong. "Pada 2010 pendapatn masih nihil. Sedangkan pendapatan 2008 dan 2009 lebih banyak disumbang dari sektor properti,” tutur Angel. (*).
No comments:
Post a Comment