Thursday, 7 April 2011

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 3,087 Triliun


PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) meraih kontrak baru senilai Rp 3,087 triliun hingga akhir Maret 2011. Tahun ini, perseroan menargetkan total order book Rp 22,360 triliun. Kontrak baru tersebut berasal dari 7 proyek. ”Memang betul kami telah mencapai progres demikian,” ucap Tumiyana, Direktur Keuangan PTPP, di Jakarta, Kamis (7/4).
Tujuh proyek baru itu sambung Tumiyana, diantaranya berasal dari Combine Cycle Power Plant 3x40 MW Rp 890 miliar, Hydroelectric Power Plant 88 MW Rp 1,150 triliun, Gas Turbine Power Plant 65 MW Rp 600 miliar, Tol Rp 117 miliar, Donggi-Senoro Rp 220 miliar, Terrace Hotel Bali Rp 42 miliar, Siloam Hospital Rp 41 miliar dan proyek Drainase di Aceh Rp 27 miliar.
Sementara total order book yang diincar PTPP tahun ini mencapai Rp 22,360 triliun, naik 105,87 persen dari tahun 2010 sebesar Rp 10,861 triliun. Kontrak baru 2011 ditargetkan sebesar Rp 16,600 triliun, naik 100,87 persen dari Rp 8,264 triliun pada 2010. Sedangkan sisanya adalah kontrak carry over sebesar Rp 5,760 triliun.
Tahun ini PTPP memperbesar porsi penggarapan proyek-proyek infrastruktur ketimbang proyek bangunan. Tahun 2010, porsi proyek bangunan mencapai 59 persen, sedangkan infrastruktur 41 persen.
"Tahun ini, porsi proyek infrastruktur ditingkatkan menjadi 60 persen, proyek bangunan 40 persen. Kami juga akan masuk ke proyek-proyek EPC untuk penggarapan proyek-proyek pembangkit listrik," tukas Tumiyana.
Proyek-proyek pemerintah, lanjutnya, juga mulai dikurangi dari sebelumnya sebesar 52 persen menjadi 30 persen sepanjang 2011. Selain itu, PTPP juga kini ikut merambah investasi berbentuk saham di sejumlah proyek, sehingga perseroan tidak hanya menjadi pelaksana proyek. "Ada 4 proyek power plant yang kita ikut investasi di dalamnya, yaitu pembangkit gas turbin 60 MW di Palembang, PLTU 74 MW di Lampung, PLTU 150 MW di Cilegon dan pembangkit geothermal 40 MW di Jawa Barat," ujarnya.
Melalui berbagai strategi di atas, PTPP menargetkan pendapatan sebesar Rp 8,468 triliun pada 2011, naik 92,41 persen dari tahun lalu Rp 4,401 triliun. Laba bersih 2011 dibidik Rp 335 miliar, naik 66,13 persen dari 2010 sebesar Rp 201,648 miliar. (*)

No comments:

Post a Comment