Peta persaiangan industri media visual bakal memasuki babak baru. Itu sejalan dengan rencana merger PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) dengan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Langkah tersebut dipercaya akan menambah aroma persaingan semakin ketat.
Maklum, sebelum kekuatan baru itu muncul, masyarakat telah disuguhi kekuatan media yang telah mapan. Taruhlah misalnya Media Nusantara Citra (MNC) Group yang terdiri dari RCTI, GlobalTv dan TPI yang belakangan berevolusi menjadi MNCTV. Kemudian Viva Media Group yang didalamnya terdiri dari TVOne dan ANTV dan, Transcorporation dengan Trans7 dan TransTV. Nah, kalau rencana merger antara SCTV dan Indosiar mulus, empat kutub kekuatan akan saling berhadap-hadapan.
Praktis dengan fakta itu, hanya tinggal Metro TV dan TVRI yang belum menggalang koalisi. Kedua jaringan ini akan berjuang habis-habisan di tengah gurita empat raksasa lainnya. ”Jelas ini akan menambah gairah dan peta persaingan dalam industri media visual semakin menguat. Mereka akan berlomba menyajikan tayangan terbaik dan berkualitas untuk merebut hati pemirsa yang semakin cerdas,” ungkap Reza Priyambada, analis Asjaya Indosurya Sekuritas, ketika dihubungi di Jakarta, Senin (21/2).
Reza menyebutkan, penggalangan kekuatan baru tersebut bukan tanpa masalah. Setidaknya ada dua problem utama yang akan dihadapi kedua pihak yang berkepentingan dalam hajatan merger tersebut. Menggabungkan dua kekuatan yang secara budaya mempunyai latar dan pendidikan yang berbeda. Selanjutnya, segmentasi dari kedua perusahaan tersebut juga berbeda. Nah, kalau dua soal ini bisa diatasi, kemungkinan munculnya kekuatan baru tersebut akan menjelma sebagai pesaing utama. ”Ya, positifnya kedua perusahaan akan semakin kuat dengan segmentasi yang lebih besar. Hanya, perlu diingat tantangan diinternal masing-masing harus dibenahi,” tambahnya.
Tergantung sambung Reza, pola penggabungan antara dua perusahaan tersebut. Kalau PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) selaku induks SCTV yang mengambil inisitif, maka kemungkinan untuk melahirkan kekuatan tersebut sangat terbuka. Termasuk nantinya, akan dibawa kemana arah perusahaan setelah merger. ”Belum bisa dianalisis seperti apa hasil merger itu. Tapi yang jelas ini akan mendapat sambutan dari investor,” jelasnya.
Benar saja kabar tersebut langsung mendapat respon positif kalangan investor. Saham EMTK langsung melejit 160 poin (13,56 persen) ke posisi Rp 1340. Selanjutnya, saham IDKM melonjak 60 poin (6,32 persen) ke level 1010 dan saham SCMA juga melambung 300 poin (8,57 persen) ke level Rp 3800. Tidak hanya tiga perusahaan itu yang melonjak, saham-saham yang bergerak dibidang sejenis juga ikut-ikutan diburu investor.
Bergairahnya saham-saham media itu setelah beredar rencana merger SCTV dan Indosiar. "Rencana itu berdasar keputusan dewan komisaris,” tukas Gufron Sakharil, Juru Bicara Indosiar di Jakarta. Elang Mahkota merupakan induk usaha dari Surya Citra Media, pengelola stasiun televisi SCTV.
Menurut Gufron, saat ini, perseroan masih membahas awal aksi korporasi tersebut. Hanya saja, untuk sementara ini nilai merger tersebut belum didisclosed. ”Ini baru kabar pendahuluan. Kami detailnya belum dapat,” imbuhnya. Sejatinya, rumor soal merger perusahaan itu sudah berembus sejak pertengahan tahun lalu. Otoritas bursa sempat menetapkan status pergerakan tidak wajar terhadap Elang Mahkota dan Indosiar. (*)
No comments:
Post a Comment