Monday, 24 January 2011

Obligasi ASF Rp 1,5 Triliun Diserbu Investor

Reputasi PT Astra Sedaya Finance (ASF), cukup kuat dikalangan pelaku pasar. Dengan posisi itu, rencana penerbitan obligasi perseroan bakal terserap oleh pasar. Investor pun diprediksi tidak peduli dengan situasi pasar yang sedang fluktuatif. Apalagi, rating Astra Sedaya mengantongi rating idAA menjadi garansi tersendiri bagi investor.
”Di mana-mana grup Astra International (ASII) sangat bagus. Jadi, menurut hemat saya obligasi Astra Sedaya Finance akan terserap dengan maksimal,” ungkap Billy Budiman, Head Of Technical Analyst PT Batavia Prosperindo Sekuritas, ketika dihubungi di Jakarta, Senin (24/1).
Billy menyebutkan dengan obligasi tersebut jelas akan menguntungkan perseroan. Kinerja perseroan akan lebih baik lagi ke depan dengan alokasi penggunaan dana hasil obligasi tersebut. Sebab, opsi penerbitan obligasi tersebut dirasa cukup tepat mengingat rencana kenaikan suku bungan perbankan dalam waktu dekat. ”Ya, dari pinjaman perbankan opsi penerbitan obligasi lebih menjanjikan. Sehingga perseroan tidak perlu sibuk dengan opsi bunga,” imbuhnya.
”Saya rasa tergantung kupon obligasu yang ditawarkan kepada investor. Kalau kuponnya menjanjikan maka investor jelas akan mengabaikan sentiment negative pasar. Asrtinya, investor akan menyerap secara maksimal obligasi perseroan,” tambah Pardomuan Sihombing, Kepala Riset Recapital Sekuritas, ketika dihubungi terpisah.
Pardomuan menyebutkan, reputasi Astra Grup memang tidak perlu diragukan. Dan, pastinya investor tidak memungkiri fakta kalau kinerja Astra Grup cukup menjanjikan. Jadi, sambung Pardomuan aksi apapun yang diambil Astra Grup akan diamini oleh pelaku pasar. ”Momentnya sangat tepat bagi Astra Sedaya Finance untuk mendapatkan dana murah dari pasar. Dan, sebaiknya aksi tersebut dilakukan sebelum suku bunga acuan dinaikkan,” saran Pardomuan.
ASF bakal menerbitkan surat utang obligasi ASF XII senilai Rp 1,5 triliun. Obligasi senilai itu akan dibagi dalam empat seri yaitu A,B,C dan D. Guna memuluskan langkah tersebut, perseroan bakal menyelenggarakan public expose hari ini. Berdasar prospectus perseroan kepada bursa disebutkan, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut siap menggelar masa penawaran pada 21-22 Februari dan perkiraan tanggal efektif 17 Februari 2011 mendatang.
Obligasi ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok obligasi pada tanggal emisi. Bunga dibayarkan dalam 3 bulanan, dengan pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Selaku penjamin pelaksanan emisi obligasi, perseroan menunjuka PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia, PT Standard Chartered Securities Indonesia, serta PT OSK Nusadana Securities Indonesia.
Keseluruhan dana digunakan untuk pemenuhan modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor perseroan. Penjatahan dijadwalkan pada 23 Februari serta distribusi secara elektronik pada 25 Februari 2011. Pencatatan di BEI akan dilakukan pada 28 Februari 2011. Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana (sinking fund) untuk obligasi tersebut dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan dana hasil penawaran umum obligasi sesuai dengan tujuan rencana. Pefindo pun telah meranking obligasi ASF pada level idAA (stable outlook).
Saat ini komposisi pemegang saham ASF adalah sebagai berikut: Astra International, 49.957.935 lembar saham atau setara dengan 44,28 persen Garda Era Sedaya, 53.030.085 lembar saham atau setara dengan 47 persen, Sedaya Multi Investama, 9.841.948 lembar saham atau setara dengan 8,72 persen. (*)

No comments:

Post a Comment