Gong turnamen catalist cup I resmi ditabuh besok lusa. Sebanyak 15 tim dipastikan meramaikan event dalam rangka memeringati HUT Pasar Modal ke-34 tersebut. Mereka bakal saling jegal guna memperebutkan piala plus uang tunai total senilai Rp 32,5 juta.
Turnamen dengan format setengah kompetisi itu dihelat sehari penuh. Ya, pertandingan tersebut bakal digeber dengan mengambil Venue di Hanggar Futsal, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (15/10) lusa. "Turnamen ini sebagai media mempererat relasi antara wartawan dan dunia korporasi. Maklum, selama ini hubungan hanya terjalin lewat acara-acara seremonial," tutur Rayyi Hidayah, ketua panitia Catalist Cup I, di Jakarta, Kamis (13/10).
Thursday, 13 October 2011
Tuesday, 9 August 2011
Investor Pelototi Keputusan The Fed
Perhatian pelaku pasar tersedot pada sidang Federal Open Market Committee (FOMC). Sidang yang berlangsung Rabu (10/8) dini hari itu bakal mengubah peta market global. Kalau kebijakan yang dihasilkan sesuai ekspektasi pasar tentu akan berdampak positif. Tetapi, jika menghasilkan keputusan kontra bakal mendapat perlawanan investor.
Tentu dampak kebijakan negatif tidak diharap pelaku pasar. Sebab, hal itu akan memuluskan kondisi ekonomi menuju gerbang resesi global. Yang jelas, spekulasi santer beredar dikalangan pelaku pasar bahwa The Federal Reserve bakal mengambil kebijakan Quantitative Easing (QE) jilid III. Keputusan QE3 itu diambil guna menggairahkan ekonomi Amerika Serikat (AS). "Pasar tengah menanti hasil keputusan The Fed apakah akan memberlakukan kebijakan QE3 atau tidak. Keputusan itu dapat membawa sentimen tersendiri bagi pasar modal global," ucap Jeff Tan, analis Sinarmas Sekuritas di Jakarta, Selasa (9/8).
Keputusan The Fed melancarkan QE3 sejatinya sangat krusial bagi masa depan ekonomi negeri Paman Sam tersebut. Dengan kebijakan itu, The Fed bakal menyerap obligasi pemerintah AS. Setidaknya sekitar 70 persen obligasi itu akan diambil The Fed. Sebab, diakui atau tidak sejumlah negara tetangga tidak tertarik dengan surat utang yang dimunculkan. Itu menyusul keseksian dollar mulai luruh karena stoknya melimpah.
Tentu dampak kebijakan negatif tidak diharap pelaku pasar. Sebab, hal itu akan memuluskan kondisi ekonomi menuju gerbang resesi global. Yang jelas, spekulasi santer beredar dikalangan pelaku pasar bahwa The Federal Reserve bakal mengambil kebijakan Quantitative Easing (QE) jilid III. Keputusan QE3 itu diambil guna menggairahkan ekonomi Amerika Serikat (AS). "Pasar tengah menanti hasil keputusan The Fed apakah akan memberlakukan kebijakan QE3 atau tidak. Keputusan itu dapat membawa sentimen tersendiri bagi pasar modal global," ucap Jeff Tan, analis Sinarmas Sekuritas di Jakarta, Selasa (9/8).
Keputusan The Fed melancarkan QE3 sejatinya sangat krusial bagi masa depan ekonomi negeri Paman Sam tersebut. Dengan kebijakan itu, The Fed bakal menyerap obligasi pemerintah AS. Setidaknya sekitar 70 persen obligasi itu akan diambil The Fed. Sebab, diakui atau tidak sejumlah negara tetangga tidak tertarik dengan surat utang yang dimunculkan. Itu menyusul keseksian dollar mulai luruh karena stoknya melimpah.
Tuesday, 3 May 2011
AKR Corporindo Target Produksi 300 Ribu Ton
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bakal menambah kapasitas produksi hingga 300 ribu ton batubara. Peningkatan itu tidak sulit terealisasi seiring dengan diperolehnya perijinan sebagai kontraktor tambang batubara. Lewat anak usahanya, PT Bumi Karunia Pertiwi, pemegang konsesi tambang batubara secara resmi mengoperasikan pelabuhan terminal batubara. ”Kami juga telah menunjuk PT Karunia Bumi Khatulistiwa untuk melakukan aktifitas penambangan dan telah memobilisasi peralatan pertambangan yang dibutuhkan,” tutur Haryanto Adikoesoemo Presiden Direktur AKRA di Jakarta, Selasa (3/5).
Perjanjian yang dikantongi perseroan itu berupa ijin pinjam pakai dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia pada 29 April 2011, SIUP Operasi dan Produksi. Karena itu, guna memuluskan rencana tersebut perseroan juga telah menyiapkan jalan tambang (hauling road) dan sarana penunjang lainnya. ”Kami serius untuk mengerahkan seluruh kekuatan dalam meningkatkan produksi,” imbuhnya.
Garansi Transaksi Saham Syariah Likuid

Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal meluncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia atau Indonesian Sharia Stock Index (ISSI). Peluncuran ISSI akan dilaksanakan 12 Mei 2011, berbarengan dengan launching fatwa no 80 Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Dengan adanya fatwa itu, maka investor tidak perlu ragu lagi. Seluruh kegiatan dan mekanisme transaksi di pasar modal halal," ungkap Friderica Widyasari Dewi, Direktur Pengembangan BEI, di Jakarta, Selasa (3/5).
Nah terkait hadirnya ISSI itu, sengaja didesain untuk menjawab kebutuhan pasar. Sebab, selama ini investor cenderung ragu-ragu untuk masuk pasar modal menyusul kurangnya sosialisasi dan edukasi. Termasuk belum adanya indikator yang mampu menggambarkan kinerja dari seluruh saham syariah yang tercatat di BEI. "Adanya, ISSI bakal meramaikan transaksi dalam menarik investor baru," imbuh Kiki -sapaan akrab Friderica Widyasari Dewi.
Thursday, 28 April 2011
Bapepam Belum Rancang Sanksi

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memilih opsi menunggu kelanjutan kasus pembobolan deposito Elnusa yang ditempatkan di Bank Mega. Itu dilakukan menyusul kasus tersebut tengah diperiksa aparat ke polisian. ”Kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian. Aparat tengah mendalami kasus itu hingga tuntas,” tutur Nurhaida, Ketua Bapepam-LK di Jakarta, Kamis (28/4).
Selain itu, Bapepam juga tidak akan melakukan pemanggilan kepada Bank Mega (MEGA) selaku emiten, terkait penggelapan dana deposito Elnusa ELSA sindikat senilai Rp 111 miliar. Sebagai gantinya, Bapepam hanya menantikan hasil pemeriksaan kepolisian. ”Skema sanksi bisa kita jatuhkan kalau hasil pemeriksaan kepolisian sudha rampung,” ulasnya.
Tuesday, 26 April 2011
Metland Bangun Condotel Rp 88 Miliar

PT Metropolitan Land bakal membangun hunian berbintang tiga di Seminyak, Bali. Hotel Horison yang dibangun di tengah keramaian wisata pantai double six itu diklaim sangat ditunggu-tunggu konsumen. Karena itu, perseroan telah menyiapkan dana segar senilai Rp 88 miliar guna memuluskan rencana besar tersebut. ”Sumber pendanaan kami ambil dari hasil Initial Public Offering (IPO) yang dilakukan dalam waktu dekat,” ungkap Wahyu Sulistio, General Manager Corporate Communication Metland, di Jakarta, Selasa (26/4).
Harga kondotel seminyak dibanderol mulai dari Rp 600 jutaan. Dengan harga itu, pengembang memberikan income guarantee sebesar 24 persen untuk masa 3 tahun pertama sejak masa operasional. Selain Hotel Horison Seminyak, pada 2011 Metropolitan Land memiliki enam proyek baru lainnya seperti pusat perbelanjaan, hotel bintang tiga dan bintang empat serta beberapa properti yang berstatus strata-title. Semua proyek baru itu sudah mulai dikembangkan dan dalam tahap konstruksi. ”Metland juga memiliki komitmen untuk menyelesaikan proyek-proyeknya tepat waktu,” imbuh Wahyu.
Bapepam-LK Pantau Kasus Elnusa-MEGA

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) terus memantau seputar kasus PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Bank Mega (MEGA). Sebab, hilangnya dana Rp 111 miliar itu tidak sekadar merugikan kedua pihak tetapi mencoreng citra perusahaan terbuka yang dikesankan profesional dan transparan. "Kami terus pantau kasus ini secara intensif khususnya terkait dengan penerapan prinsip keterbukaan informasi," ungkap Nurhaida, Ketua Bapepam-LK, di Jakarta, Selasa (26/4).
Merujuk regulasi Bapepam LK nomor X.K.1 tentang keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik, emiten tidak boleh main-main. Apalagi, kedua emiten yang dibekap kasus itu merupakan perusahaan ternama dan ELSA adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Ya, mereka harus patuh pada regulasi," tukas Nurhaida.
Sementara mengenai Bank Mega yang tidak mau bertanggungjawab, Nurhaida menandaskan Bank Mega harus memberi alasan yang tegas dan kuat. Itu penting agar tidak memperkeruh situasi di tengah-tengah masyarakat. "Hari ini kami desak MEGA mempertegas penjelasan tertulis lebih rinci," imbuhnya.
Indeks Jalani Episode Negatif
Episode buruk terus membayangi Indeks harga saham gabungan (IHSG). Tercatat dua hari beruntun indeks dipaksa parkir di zona negatif. Itu terjadi menyusul eksodusnya investor asing setelah market global bergerak volatile. ”Indeks berada di bawah tekanan dan bergerak tidak pasti. Itu wajar karena sudah mengalami apresiasi beberapa hari terakhir,” ungkap Reza Priyambada, Managing Research PT Indosurya Asset Management, ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (26/4).
Selanjutnya sebut Reza, indeks masih akan mengalami koreksi sepanjang 2-3 hari ke depan. Deraan pelemahan itu akan dimanfaatkan investor untuk mengatur strategi sebelum melakukan aksi beli. Setelah ada indikasi membaik, secara bergelombang investor akan enyerbu pasar dan memberondong saham bluechip sebagai objek koleksi. ”Saat itulah, indeks akan terkena efek domino dan berpotensi mengalami rebound,” tandas Reza.
Tuesday, 19 April 2011
Selangkah Lagi Metropolitan Ramaikan Bursa

PT Metropolitan Land, anak usaha Grup Ciputra dipastikan menjejak lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam hajatan Initial Public Offering (IPO) itu, perseroan bakal melepas sebanyak 2,273 miliar lembar (30 persen) saham ke publik. Dan, rencana itu akan dilangsungkan pada 13 Mei mendatang.
Dengan rencana itu, Metropolitan Land diperkirakan meraup dana sebanyak Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun. Dana hasil penawaran umum itu akan dipakai untuk sejumlah aksi korporasi. Misalnya, sebanyak 48,5 persen akan dipakai untuk pembangunan Metropolitan Grand Mall, sebanyak 5,25 persen untuk pembangunan M-Gold Residence, sekitar 13 persen untuk pembangunan Hotel Horison Bekasi Ekstension, sementara sisanya 10 persen untuk penyertaan modal pada PT Sumbersentosa Guna Lestari.
Cermati Emiten Tebar Pesona

Tidak sedikit emiten yang tercatat di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya giat membangun pencitraan. Pembangunan pencitraan ini sejatinya tidak begitu jelek tetapi juga tidak baik. Karenanya, investor agar lebih cermat menilai hal itu karena belum tentu komitmen dan kesehatan emiten tersebut sesuai dengan yang dicitrakan.
Indikator tebar pesona itu terlihat dari riset yang dilakukan perusahaan Risk Management, Reinsurance, dan Human Capital Consulting, AON Corporation, pada 2010 dan 2011. ”Kurang lebih sama hasil risetnya,” ungkap Deddy Jacobus, Sekretaris Jenderal Asosiasi Praktisi Manajemen Resiko (APMR), di Jakarta, Selasa (19/4).
Hasilnya adalah bahwa rata-rata beberapa perusahaan yang menjadi responden di Indonesia dari total 200 responden perusahaan global, levelnya masih jauh dari harapan. Rata-rata perusahaan baru level satu dan dua yaitu Inisiasi dan Involving dari lima level yang ada. ”Perusahaan luar sudah banyak yang sampai level 5 atau advance,” imbuhnya.
Indeks Seksi, Investor Asing Mati Gaya

Memburuknya ekonomi AS membuat pasar domestik semakin seksi. Itu menyusul sejumlah investor asing membelokkan modalnya ke dalam negeri. Mereka mengambil opsi eksodus dari negara asalnya untuk menyelematkan portofolio tetap likuid.
Bergelombangnya investor asing masuk pasar domestik cukup beralasan. Itu sejalan dengan keputusan standard & poor's (S&P) menurunkan peringkat AS. Hal tersebut memicu dana masuk ke kawasan emerging market (negara berkembang) semakin deras. "Ini yang membuat market Indonesia semakin menarik dan menjadi tujuan investasi,” ungkap Billy Budiman, Head Of Tecnical Analyst Batavia Prosperindo Securities, ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (19/4).
Monday, 18 April 2011
Kupon Obligasi MTF Tak Terjebak Benchmark

Perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, PT Mandiri Tunas Finance (MTF), menerbitkan obligasi senilai Rp 600 Miliar. Obligasi yang terbagi dalam empat seri itu dibanderol dengan kupon bunga dikisaran 8-11,15 persen. Sementara tenornya ditetapkan mulai 370 hari hingga 4 tahun. “Kami tidak menggunakan benchmark dan spread. Itu karena bergerak sangat fluktuatif,” tutur Dadang Suryanto, Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas, selaku penjamin emisi, di Jakarta, Senin (18/4).
Empat seri obligasi MTF itu antara lain seri A bertenor selama 370 hari dengan kupon bunga berkisar 8-8,75 persen per tahun. Sementara seri B bertenor 2 tahun dengan kupon bunga 9-9,75 persen per tahun. Kemudian seri C, bertenor 3 tahun memiliki kisaran kupon bunga 9,25-10,25 ersen per tahun. Sedangkan seri D bertenor 4 tahun, memiliki kupon 10,5-11,15 persen per tahun.
Indeks Coba Keluar Tekanan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak bisa mengelak dari arus negatif bursa global. Indeks yang pada akhir pekan lalu sukses bertengger di area positif, dipaksa parkir di zona merah. Sentimen negatif market global itu diramalkan masih akan membayangi gerakan indek pada perdagangan hari ini. ”Paling banter indeks akan bergerak mixed sambil menunggu gairah bursa global,” ungkap Ukie Jaya Mahendra, Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), ketika dihubungi di Jakarta, Senin (18/4).
Ukie menyebutkan laporan keuangan emiten kuartal pertama diharapkan mencatatkan hasil positif. Itu akan memberi dampak signifikan pada akselerasi indeks. Indeks masih akan mix (fluktuasi). Market wait and see. Karenanya, UKie memerediksi, pada perdagangan hari ini indeks akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 3.697-3.745. ”Saham Asra International (ASII) masih menjadi penyumbang utama indeks,” imbuhnya.
Jaya Agra Bidik Dana IPO Rp 1 Triliun

Rencana go public PT Jaya Agra Wattie terus dimatangkan. Itu sejalan dengan penunjukan underwriter guna memuluskan langkah melantai di bursa efek indonesia (BEI). Kalau tak ada aral melintang, perseroan dipastikan menuju ke papan pencatatan pada Juni mendatang. "Masih dalam pembahasan rencana itu. Tetapi, paling banter Juni," ungkap Bambang S Ibrahim, Direktur Keuangan PT Jaya Agra Wattie, di Jakarta, Senin (18/4).
Bersama OSK Nusadana Securities dan Mandiri Sekuritas (CC) yang ditunjuk merancang rencana initial public offering (IPO) itu, perseroan sudah memasukkan proposal ke badan pengawas pasar modal dan lembaga keuangan (Bapepam-LK). Dan, pernyataan efektif dari Bapepam-LK itu diperkirakan meluncur pada 18 Mei mendatang. "Sepertinya begitu. Mudah-mudahan cepat tuntas," lanjut Bambang.
Holcim Maksimalkan Pasar Domestik

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) bakal meningkatkan kapasitas produksi hingga ke level 10 juta ton. Peningkatan itu dilakukan menyusul membeludaknya permintaan akan semen nasional. Meningkatnya permintaan itu seiring membaiknya perekonomian nasional.
”Permintaan semen terus meningkat. Sementara suplay tidak memedai untuk memenuhi permintaan tersebut,” ungkap Rusli Setiawan, Relationship Management Director PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), di Jakarta, Senin (18/4).
Friday, 15 April 2011
Investor MNCN Ketar-ketir

Investor PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) menghadapi ketidakpastian. Itu menyusul babak baru sengketa dua pihak yang menghadirkan Siti Hardianti Rukmana (Tutut) sebagai pemilik MNC TV (TPI) atas Hary Tanoesoedibjo. Mereka khawatir konflik dua bos tersebut berdampak pada keutuhan aset perseroan.
Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan, mengatakan kemenangan Tutut di sidang tahap awal, mulai dikhawatirkan pada penarikan aset atau tidak lagi terkonsolidasi kepada MNCN. Sehingga, pelaku pasar mulai menilai aspek fundamental, teknikal, dan juga dari sisi hukum untuk menentukan arah investasi selanjutnya. Dalam jangka pendek, saham MNCN masuk kategori penuh ketidakpastian. ”Ya, dampaknya dalam jangka pendek saham perseroan diperkirakan akan terjadi koreksi signifikan,” tutur Haryajid, di Jakarta, Jumat (15/4).
Wednesday, 13 April 2011
Tambah Kapasitas Produksi 90 ribu Ton

PT International Nickel Tbk (INCO) bakal meningkatkan kapasitas produksi nikel menjadi 90 ribu metrik ton per tahun. Penambahan kapasitas itu, sejalan dengan proses optimalisasi fasilitas produksi Sorowako yang dimulai akhir 2011. Dalam tempo lima tahun ke depan, rencana itu bakal melebihi angka saat ini dikisaran 73 ribu metrik ton per tahun. "Proses produksi ini akan kami lancarkan dalam waktu dekat. Harapannya, bisa terwujud pada 2015 mendatang," ujar Tony Wenas, Direktur Utama INCO, di Jakarta, Rabu (13/4).
Tony menjelaskan, proses peningkatan produksi itu meliputi optimalisasi fasilitas produksi Sorowako. Di mana di dalam proses itu termasuk peningkatan pekerjaan tungku pembakaran (furnace) yang akan dimulai pada akhir 2011. Perseroan juga akan melakukan penambangan nikel di semua lokasi. Tidak terkecuali pada lokasi tambang baru dengan cara bersamaan atau simultan, tidak secara konvensional seperti yang dilakukan saat ini. "Proyek ini sudah dalam tahap akhir, implementasinya tahun ini dan tinggal menunggu persetujuan pemerintah," ulasnya.
Mandiri Sekuritas Rambah Online Trading

Sepanjang 2011 PT Mandiri Sekuritas (CC) membidik 4 perusahaan sebagai penjamin emisi Initial Public Offering (IPO). Targget itu masih sangat realistis mengingat situasi market masih memungkin. Apalagi, sepanjang kuartal pertama, perseroan telah menjadi penjamin emisi IPO PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS)."Kita targetkan bisa menghandle 3-4 perusahaan lagi,” ungkap Ridwan Pranata, Direktur Head of Online Trading, di Jakarta, (13/4).
Selain IPO, sambung Ridwan, Mandiri Sekuritas juga akan menangani beberapa obligasi. Hanya saja, pihaknya belum bisa mengatakan berapa jumlah obligasi yang dihandle dan berapa banyak. "Terakhir yang kami tangani obligasi PT Federal International Finance (FIF)," ujarnya.
Fluktuasi Market Sandera Gerak Indeks

Fluktuasi masih akan menyandera gerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada lanjutan perdagangan hari ini. Itu yang membuat indeks tidak terlalu bergerak impresif. Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, mengantisipasi keluarnya data-data ekonomi global. “Secara teknikal penguatan masih akan berlangsung. Namun, indeks masih akan bergerak volatile dengan kecenderungan menguat,” ungkap Purwoko Sartono, analis PT Panin Sekuritas, di Jakarta, Rabu (13/4).
Sejumlah data-data ekonomi global, terutama AS telah mulai dirilis. Pelaku pasar akan cenderung mengambil opsi wait and see, sebelum menentukan langkah lanjutan apakah akan kembali melakukan pembelian atau penjualan. Jika melihat secara teknikal, beberapa saham-saham unggulan memang masih berada pada level harga yang dianggap murah, paska penurunan beberapa hari lalu.
Tuesday, 12 April 2011
Kantongi Izin, BTEL Serbu GSM

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengantongi izin prinsip penyelenggaraan seluler (GSM). Itu terjadi setelah perseroan mendapat persetujuan melalui Kepmenkominfo No. 130/KEP/M.KOMINFO/4/2011. Dengan fakta itu, BTEL memastikan diri terjun dalam ranah bisnis dengan segmen GSM.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan pemberian izin pengoperasian GSM kepada BTEL disertai pengenaan kewajiban pembangunan kepada operator tersebut. Diantaranya, BTEL diminta menyediakan kantor dan instalasi perangkat, pusat pengendali jaringan minimal satu unit, dan prasarana pendukungnya. Operator seluler baru itu juga harus menggunakan produk dalam negeri bersertifikasi Kemenkominfo, dan menyediakan infrastruktur pendukung yang terkait dengan pihak ketiga. ”Ini sebagai konsekuensi logis dari terbitnya izin itu kepada perseroan," ujar Gatot.
Subscribe to:
Posts (Atom)