Friday, 15 October 2010

Penjualan Hypermart Tunggu Rekomendasi Merill Lynch

Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) optimistis target penjualan divisi matahari Food Bussiness Rp 7-8 triliun tidak akan meleset. Keyakinan itu didasari fakta pencapaian penjualan dari sektor yang mengoperasikan Hypermart dan Foodmart itu telah menyentuh level Rp 6 triliun. Dengan membaiknya perekonomian nasional, kinerja perseroan akan tetap positif.
”Di era modern ini bisnis berbasis konsumer akan berkembang pesat. Karena itu, kami sepenuhnya yakin dan telah mempersiapkan segalanya,” ungkap Benjamin J. Mailool, President Director, PT Matahari Putra Prima, di Jakarta, Jumat (15/10).
Benjamin menyebutkan, ekonomi Indonesia sedang tumbuh dengan pesat. Dan, investor asing pun berlomba mengalihkan investasinya ke Negara emerging market. Indonesia menjadi salah satu pavorit tujuan investor untuk segala sektor. Sektor retail modern misalnya, sejumlah investor telah masuk. Taruhlah sebut Benjamin macam Lotte Mart yang sudah menancapkan sayap bisnisnya di tanah air. ”Memang ke depan orientasi bisnis beralih ke retail modern. Tapi, ini bukan berarti pasar dan ritail berbasis tradisional mati suri,” tambahnya.

Thursday, 14 October 2010

Transaksi Quote Stuffing Kacaukan Bursa

Efek buruk implementasi sistem transaksi berkecepatan tinggi mulai menghantui perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu setelah salah satu investor asing PT Trimegah Securities tbk (TRIM) melakukan praktik Quote Stuffing (order semu). Otoritas bursa pun langsung memberikan sanksi peringatan tertulis kepada TRIM selaku broker.
Nasabah Trimegah tersebut melakukan praktik seolah-olah akan melakukan order beli dalam jumlah besar. Tetapi, praktik yang dikenal dengan sebutan Quote Stuffing tersebut mendadak secara tiba-tiba transaksi dibatalkan. Efeknya, aksi itu memberikan gambaran semu terhadap supply dan demand di pasar. “Berdasarkan pantauan kami, perseroan terdeteksi melakukan order dengan pola tak wajar. Akibatnya, jelas terindikasi sebagai upaya mempengaruhi pasar dan manipulasi transaksi,” ungkap Wan Wei Yiong, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, di Jakarta, Selasa (14/10).

November, Agung Podomoro Jejaki Lantai Bursa

PT Agung Podomoro Land Tbk optimistis target pendapatan Rp 2,18 triliun pada penghujung tahun sesuai dengan ekspektasi. Pasalnya, hingga Juni tahun ini, pencapaiannya telah menyentuh di level Rp 1,096 trilun. Di samping itu, juga ditopang capaian laba bersih yang telah berada dikisaran Rp 156,6 miliar. ”Belum ada perubahan target. Kami yakin rancangan itu sesuai dengan harapan manajemen,” ungkap Cesar M dela Cruz, Direktur Agung Podomoro Land, di Jakarta, Kamis (14/10).
Cesar menyebutkan, saat ini perseroan memiliki proyek kawasan terpadu Kuningan City. Dan, hingga paruh pertengahan tahun, perseroan memiliki nilai aset bersih (net asset value) sebesar Rp 8,5 triliun. Sementara total utang perseroan hingga Juni 2010 tercatat Rp 2,1 triliun. Dengan ekuitas dikisaran Rp 1,6 triliun, maka rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio/DER) tercatat sebesar 1,33 persen. DER perseroan itu pada akhir tahun akan turun menjadi 1,04 persen. ”Skemanya kita bayar utang dari dana hasil IPO sebesar 30 persen,” tukasnya.

LPKR Rampungkan Private Placement Rp 2,25 T

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) merampungkan pelepasan 4,1 miliar saham (private placement) kepada 30 investor global senilai Rp 2,25 triliun. Selanjutnya, perseroan akan melakukan penerbitan saham baru (right issue) senilai Rp 2,25 triliun. Hasil dana right issue akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi usaha. "Kombinasi pelepasan saham dan right issue untuk keperluan pertumbuhan usaha,” ungkap Ketut Budi WIjaya, Presiden Direktur Lippo Karawaci di Jakarta, Kamis (14/10).
Dia mengatakan, saham senilai Rp 2,25 triliun yang diserap 30 investor global papan atas ditempatkan dan dikelola empat bank investasi berskala internasional. Bank investasi itu antara lain Bank of America Merryll Lynch, CLSA Asia-Pacific Markets, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas. Saham itu berasal dari pemegang saham yang saat ini menguasai Lippo Karawaci. Sayangnya, dia tidak menyebutkan detil pemegang saham private placement. ”Yang jelas Lippo juga termasuk yang melepas,” tambah Ketut.

Wednesday, 13 October 2010

Ciputra Group Angkat Indeks

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak mulus. Saham-saham properti group Ciputra diperkirakan akan menyanggah indeks bertahan di level 3600. Selain itu, saham dari sektor pertambangan dan perbankan akan ikut menyokong penguatan indeks sepanjang perdagangan hari ini.

”Aroma profit taking memang masih cukup kuat. Tetapi, tekanan dan dorongan dari sektor properti, perbankan dan pertambangan lebih kuat,” ungkap Cece Ridlwan, analis Eco Capital, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (13/10).

Monday, 11 October 2010

UOB Kay Hian Securities Garap Investor Stress

PT UOB Kay Hian Securities optimistis bisa menggaet transaksi senilai Rp 500 miliar per bulan. Potensi itu sangat terbuka mengingat pasar modal dalam negeri sedang berada dalam top perform. Selain itu, secara fundamental pasar modal dalam negeri cukup kuat plus dukungan dana asing yang terus merangkak naik.
”Kami tentu sangat optimistis. Jangan anda lihat jumlah investornya tetapi, coba lihat berapa nilai yang mereka investasikan untuk bertransaksi di sini,” ujar Gema Merdeka Goeryadi, Owner PT UOB Kay Hian Securities Cabang, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (10/10).
Gema menyebutkan setidaknya, untuk mencapai target itu, pihaknya membutuhkan 400 nasabah. Maklum saat ini, jumlah nasabah di kantor cabang baru itu baru menyentuh level 100 nasabah. Dengan limpahan nasabah baru nanti, skenario transaksi harian dikisaran Rp 6-7 miliar tidak akan sulit tercapai. ”Kita lakukan pembinaan kepada nasabah. Kita dari awal membidik nasabah sakit hati, bangkrut dan kecewa atas pasar modal,” tambahnya.

Indofood Terjunkan Tim ke Taiwan

Produsen mie terbesar dunia PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mengklaim mi instan yang diekspor ke Taiwan sesuai regulasi Departemen Kesehatan Biro Keamanan negara setempat. Manajemen berkeyakinan dan percaya produk yang mengandung bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) bukanlah produk perseroan. ”Kami tegaskan produk yang kami ekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan,” ungkap Taufik Wiraatmadja, Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, di Jakarta, Senin (11/10).

Selain itu, perseroan punya reputasi bagus dan berpengalaman mengekspor produk mi instan ke berbagai negara seluruh dunia lebih dari 20 tahun. Indofood juga senantiasa berupaya dan memastikan bahwa produknya telah memenuhi peraturan, keselamatan makanan Negara tujuan ekspor. Dan, pastinya memenuhi panduan secara global yang ditetapkan CODEX Alimentarius Commission, sebuah badan internasional yang mengatur standar makanan. “Kami tengah meninjau situasi Taiwan. Kami akan mengambil langkah taktis guna melindungi kepentingan konsumen Taiwan dan negara lainnya," tambahnya.