Monday, 12 January 2009

Jarak Pandang Tol Jakarta-Cikampek Hanya 40 Meter

Cuacu buruk akibat hujan deras memaksa pengendara yang melintas di jalur Tol Jakarta-Cikampek ekstra waspada. Pasalnya, jarak pandang terbatas sekitar 30-40 meter. Karenanya, PT Jasa Marga otorita Jalan tol Jakarta-Cikampek mengimbau para pengguna jalan mengurangi laju kendaraan menyusul munculnya kabut tebal akibat hujan deras disertai angin kencang.
"Kabut itulah yang membuat pengendara mengalami kesulitan mengamati kendaraan lain di bagian depan," ujar Supangat, petugas Sentra Komunikasi (Senkom) Tol Jakarta-Cikampek, kepada wartawan, Senin (12/1/2009).
Karena itu, laju kendaraan ideal sesuai dengan jarak pandang tersebut, maksimum 40 kilometer per jam. Pada posisi itu, sebut Supangat, kendaraan masih mudah dikendalikan. "Hujan juga menyebabkan jalanan licin dan sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan," ujarnya.
Hujan deras yang terjadi, kemarin misalnya. Hampir seluruh badan jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat tidak luput dari guyuran hujan. Beberapa titik ditengarai rawan terjadi kecelakaan, di antaranya, kilometer (KM) 58 arah Cikampek.
Hingga siang kemarin, tercatat satu orang tewas setelah kendaraannya menyeruduk kendaraan lain. Korban yang meninggal dunia adalah Dadang, kernek mobil truk Nomor Polisi B 9255 IU.
Sekitar pukul 05.45 WIB, truk yang ditumpangi korban kehilangan kendali kemudian menabrak kendaraan di depannya. Bagian depan truk hancur sampai tubuh korban terjepit, dan tidak bisa diselamatkan sebulum sempat dilarikan ke rumah sakit. "Kami minta pengemudi selalu memakai lampu kedip untuk memberi tanda kepada pengemudi kendaraan lain," imbuhnya.
Sementara itu, di ruas tol KM 34-56 atau Ciikarang Timur- Karawang Timur sedang dilakukan pelebaran jalan. Dari sebelumnya dua lajur menjadi tiga lajur. (*)

No comments:

Post a Comment